Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

BAGAIMANA STATUS ENERGI TERBARUKAN DI INDONESIA


Sumber: kompas.com
Piool.com - Indonesia kaya dengan potensi energi terbarukan, antara lain energi matahari, energi angin, biomassa, energi laut, panas bumi, yang belum dieksploitasi secara optimal. Potensi energi terbarukan untuk dikonversi menjadi listrik mencapai 422 – 500 GW, atau 7-8 kali dari total kapasitas pembangkit terpasang saat ini. Dari potensi ini baru sekitar 2% yang dimanfaatkan secara komersial. Energi matahari memiliki potensi lebih dari 200-280 GW dengan efisiensi teknologi photovoltaic saat ini tetapi pemanfaatannya kurang dari 100 MW. Dibandingkan dengan negara-negara tetangga, pemanfaatan energi matahari Indonesia sangat jauh tertinggal. Laporan ini merupakan laporan tahunan yang dikeluarkan IESR yang dimaksudkan sebagai sumber informasi bagi publik sekaligus alat pemantauan perkembangan energi bersih di Indonesia. Dengan laporan ini, diharapkan publik memiliki sumber informasi yang kredibel dan dapat terlibat aktif mendorong reformasi kebijakan, pengembangan instrumen pendukung, dan penguatan kelembagaan untuk meningkatkan pembangunan energi bersih di Indonesia.

Selama satu dekade terakhir pembangkit listrik berbahan bakar fosil masih mendominasi penyediaan tenaga listrik di Indonesia. Energi fosil mencapai 86,58% dari total pasokan listrik, terdiri dari porsi batubara mencapai 60%, dan diikuti oleh sumber bahan bakar fosil lain seperti minyak dan gas bumi. PLN mencatat bauran energi baru terbarukan (EBT) untuk pembangkitan hingga Mei 2019 telah mencapai 13,42% dengan porsi terbesar berada pada energi air. Lebih terperinci, hingga Mei 2019, persentase pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang beroperasi mencapai 7,61%. Selanjutnya, secara berturut-turut, porsi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) mencapai 4,95%, pembangkit listrik tenaga diesel 0,59%, serta EBT lainnya seperti surya, angin, dan biomassa 0,27 persen. 



Jawa Barat merupakan provinsi dengan kapasitas terpasang pembangkit listrik berbasis energi terbarukan yang terbesar pada tahun 2017, dengan total kapasitas 3.240 MW terdiri dari 61% PLTA & 36% PLTP, diikuti oleh Sumatera Utara dengan kapasitas 1.153 MW berasal dari 84% PLTA, dan Sulawesi Selatan dengan kapasitas 574 MW berasal dari 91% PLTA. Total kapasitas terpasang di provinsi-provinsi tersebut mencakup 55% dari total kapasitas nasional. Provinsi-provinsi seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Sulawesi Selatan memiliki potensi energi terbarukan yang cukup besar yang mencapai lebih dari 20 GW. Pemanfaatan energi terbarukan setempat untuk pembangkitan listrik dapat menjadi solusi untuk daerah terpencil atau perdesaan karena tidak memerlukan pasokan bahan bakar yang terus menerus seperti pembangkit yang berbasis fosil sehingga biaya produksi tenaga listrik menjadi lebih murah.


Sumber: liputan6.com

Dalam jangka menengah, PLTA masih akan menjadi target bauran energi terbesar pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019—2028. Pada RUPTL PLN 2019- 2028, ditargetkan ada penambahan kapasitas pembangkit EBT sebesar 16,76 gigawatt (GW). Dari rencana penambahan tersebut, PLTA mendominasi dengan porsi 48 persen. Posisi kedua ditempati PLTP sebesar 27 persen. Sisanya, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTM) 9 persen, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 6 persen, pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) 5 persen, pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) 5 persen, dan pembangkit listrik tenaga arus laut (PLTAL) 0,04 persen. Yuk, kita kawal dan dukung terus usaha pemerintah dalam meningkatkan produksi energi hijau untuk kita dan lingkungan di masa depan!

Sumber:
iesr.or.id
ekonomi.bisnis.com

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia