Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
BANJIR: PENYEBAB DAN PENCEGAHAN
Top Bisnis
Desember 09, 2016
Hai SobatEH! Hujan
biasa terjadi di Bulan Oktober hingga Maret (Bmkg.go.id), sehingga wajar bila
akhir-akhir ini musim hujan sering mengguyur beberapa daerah. Curah hujan yang
tinggi tentu akan menyebabkan saluran tanah dan akar bekerja lebih berat untuk
menyerap air. Namun, apabila akar tidak bekerja maksimal ditambah sistem
drainase yang buruk, tentu hal ini akan menyebabkan terjadinya banjir. Banjir
dikenal sebagai peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan
merendam suatu daratan. Oleh karena itu, banjir bisa dikatakan sebagai bencana
alam karena merugikan banyak makhluk hidup di sekitar. Penyebab banjir bisa
disimpulkan karena faktor alam dan juga faktor manusia. Faktor alam disebabkan
karena curah hujan yang tinggi dan tidak diimbangi dengan
daerah resapan air yang baik. Secara alamiah, hujan akan terserap di dalam
tanah yang kemudian diikat oleh akar pepohonan dan dialirkan lagi melalui
aliran air seperti sungai yang pada ahirnya bermuara lagi di lautan. Namun di
sisi lain, faktor kesadaran manusia yang rendah dapat menyebabkan terjadinya
banjir. Seperti, aktivitas membuang sampah tidak pada tempatnya, tidak adanya
pemilahan sampah, menggunduli hutan yang menyebabkan berkurangnya ruang hijau,
serta aktivitas lain yang dapat merusak lingkungan.
Nah oleh karena itu, dibutuhkan penanganan serius yang dapat
mengurangi terjadinya banjir. Salah satunya dengan menerapkan lubang resapan
biopori (LRB) yang bermanfaat untuk mengurangi genangan air dan sampah organik.
Lubang Resapan Biopori (LRB) adalah lubang silindri yang dibuat secara vertikal
ke dalam tanah dengan diameter 10-30 cm, kedalaman sekitar 100 cm atau tidak
melebihi kedalaman muka air tanah (bplhd.jakarta.go.id). Kemudian, lubang diisi dengan
sampah organik yang berfungsi untuk menghidupkan mikroorganisme tanah, seperti
cacing, yang akhirnya cacing tanah ini akan membentuk pori-pori atau terowongan
dalam tanah (biopori) yang dapat mempercepat resapan air ke dalam tanah secara
horizontal. Selain dapat meresap air lebih cepat, LRB dapat menjadikan sampah
rumah tangga sebagai kompos yang dimasukaan ke dalam lubang tanah. Manfaat yang
penting dalam menerapkan LRB tentunya
dapat mengurangi dampak bencana akibat genangan air dan tumpukan sampah yang
dapat menyebabkan penyakit demam berdarah ataupun malaria, dan juga membantu
mengurangi pemanasan global.
Selain itu, cara untuk
mencegah terjadinya banjir dengan menghidupkan kembali ruang terbuka hijau. Salah satunya, dengan
memanfaatkan fungsi pohon, menjaga dan merawat pohon, serta melestarikan fungsi
pohon. Sehingga, ketika musim hujan tiba, kerapatan pohon pada areal yang luas
mampu menyerap air ke dalam tanah dan tersimpan di dalam akar. Dengan menciptakan kembali ruang
terbuka hijau, dapat mengatur hidro-orologis berfungsi dengan baik. Cara lain
untuk mencegah terjadinya banjir dengan menerapkan dan membangun kesadaran
dalam memberlakukan sampah. Misalnya, membuang sampah pada tempatnya, dan juga
memanfaatkan sampah menjadi produk yang lebih bernilai serta bermanfaat
(mendaur ulang sampah). Dengan menerapkan sikap yang bijak dan menanamkan pada
diri sendiri, tentu aktivitas yang negatif seperti membuang sampah di sungai
tidak lagi dilakukan mengingat hal tersebut dapat menghambat arus daerah aliran
sungai dan menyebabkan meluapnya volume sungai ketika musim hujan tiba.
Di Wilayah Jawa Timur,
khususnya Malang akhir-akhir ini juga di landa hujan, terlebih lagi, beberapa
daerah di Malang terendam banjir. Data yang didapatkan dari dibi.bnpb.go.id disebutkan
bencana banjir di Jawa Timur memakan korban meninggal sebanyak 5 orang dan
korban yang mengungsi sebesar 15.746 di Tahun 2016.
Untuk mengatasi hal tersebut, bukan hanya Earth Hour Malang tetapi juga Earth Hour Kota di Jawa Timur lainnya telah melakukan aksi penanaman pohon. Karena cara untuk mencegah terjadinya banjir adalah dengan menghidupkan kembali ruang terbuka hijau. Salah satunya, dengan memanfaatkan fungsi pohon, menjaga dan merawat pohon, serta melestarikan fungsi pohon. Sehingga, ketika musim hujan tiba, kerapatan pohon pada areal yang luas mampu menyerap air ke dalam tanah dan tersimpan di dalam akar. Sehingga, dengan menciptakan kembali ruang terbuka hijau, dapat mengatur hidro-orologis berfungsi dengan baik. Sehingga, dengan mengetahui manfaat LRB dan Pohon, dapat kita terapkan sebagai bentuk Aksi pencegahan banjir sejak dini. Dengan begitu, kita dapat berpengaruh besar terhadap lingkungan dengan memberikan interaksi dan sentuhan positif terhadap alam. Melihat kembali bahwa manusia dan alam hidup berdampingan dan saling tergantung. Dengan menerapkan pola perilaku yang hijau, tentunya mampu menekan bencana alam yang dapat merugikan manusia dan ekosistem lainnya.





Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...