Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

MENGOMPOS SEDERHANA ALA RUMAH TANGGA


Source: ilmubudidaya.com

Pernah dengar istilah kompos? Apa yang langsung terbayang dibenak kalian? Mungkin ‘pertanian’, ‘sawah’, ‘petani’, ‘menanam’, ‘pupuk’ dan berbagai macam kata yang nggak cocok untuk kita yang hidup di daerah urban, punya lahan sempit, dan susah menemukan tanah. Pada dasarnya, kompos adalah hasil penguraian segala sisa organik yang kita hasilkan. Ketika diuraikan dengan baik, kompos akan berfungsi menyuburkan tanah. Berbeda jika sampah organik itu hanya dibuang lalu tercampur dengan bahan anorganik, hal itu akan menimbulkan masalah baru.


Coba bayangkan, saat kalian mencampur sisa sayur dari kalian dengan popok bayi, batu baterei, lampu, baju bekas dan mengirimnya ke TPA. Apa yang akan terjadi? Gunungan berbagai macam barang di TPA yang sangat miskin oksigen, membuat pembusukan sisa sayur tersebut menghasilkan Gas Metan. FYI, gas Metan (CH4) adalah salah satu kontributor bertambah panasnya bumi kita tercinta. Selain itu, air lindi yang dihasilkan dari TPA sudah pasti mengandung lebih banyak logam berat. Padahal, kalau kualitasnya baik, air lindi yang matang bisa dijadikan pupuk cair. Jadi, yuk kita bahas dulu lebih lanjut mengenai komposter sederhana ala rumah tangga.

Apakah kompos itu?

Kompos adalah hasil penguraian parsial / tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik.

Mengapa kita harus mengompos?

  1. Sisa konsumsi organik yang tidak diberi perlakuan khusus akan menimbulkan bau tidak sedap, gangguan visual, dan akan menghasilkan air lindi.
  2. Tidak semua sisa organik yang dibuang melalui petugas kebersihan bisa tertangani, mengompos akan mengurangi dampak keberadaan TPA.
  3. Suatu kewajiban untuk kita menjaga kesuburan tanah guna terjaganya supply pangan manusia.


Membuat Starter Sederhana

Pembuatan starter atau wadah komposter untuk skala rumah tangga sangatlah sederhana. Wadahnya sendiri dapat menggunakan barang bekas selama wadah itu tidak berpengaruh terhadap kualitas kompos yang kita hasilkan, segala macam bentuk wadah bisa digunakan. Seperti halnya, ember cat, kaleng, pot bunga, drum besar, serta pipa yang penting sesuai dengan skema di bawah ini.

Cara Kerja Komposter

  • Biarkan starter tertutup selama 4 hari agar matang. Tanda kematangannya, air hangat, berembun pada tutup, sisa organik hijau mulai menghitam.
  • Selanjutnya isi komposter dengan sampah organik setiap hari dan aduk. Perhatikan keadaan isi komposter, jika kering tambahkan bio aktivator, jika becek tambahkan organik cokelat.


Keterangan tambahan:
*Bahan organik hijau adalah bahan yang masih segar/kaya nitrogen contoh. kulit pepaya, tangkai bayam, kulit wortel
*Bahan organik coklat adalah bahan yang sudah kering/kaya karbon contoh. daun kering, jerami, kertas

Panen

Jika komposter sudah penuh biarkan tidak diisi selama 1-2 minggu. Setelah itu, pindahkan ke tempat terbuka dan angin-anginkan.

Udah kelihatan kan kalau mengompos itu gampang? Selamat Mengompos!
 
Source: zero waste adventure
Sumber:
-          Okta Z./ storyforel.blogspot.com/
-          Zerowaste.id

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia