Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
HARI GAJAH SEDUNIA 2018
Top Bisnis
Agustus 11, 2018
Penulis: Defi Mulianingsih
Editor: Rizky Ratya
Editor: Rizky Ratya
Gajah merupakan mamalia darat terbesar di dunia. Secara umum, terdapat dua spesies gajah di dunia, yaitu gajah Afrika dan gajah Asia. Gajah Afrika memiliki daun telinga yang besar dan punggung yang cekung sedangkan gajah Asia berdaun telinga lebih kecil dan punggung cekung. Gajah cenderung hidup berada di dekat air dan mereka merupakan spesies kunci karena dampaknya cukup besar terhadap lingkungan. Gajah adalah kunci yang menunjukkan apakah sebuah ekosistem itu baik atau tidak.
Namun sayangnya jumlah gajah semakin menurun. Berdasarkan Red List IUCN Gajah Sumatera dimasukkan dalam status kritis karena diperkirakan jumlah populasi berkurang 50 persen sejak 2007 hingga saat ini (Badan Taman Nasional Way Kambas, 2018). Tahukah kamu bahwa tanggal 12 Agustus diperingati sebagai Hari Gajah Sedunia? Peringatan ini ditujukan sebagai pemberitahuan bahwa kelangsungan hidup gajah Asia dan Afrika saat ini semakin terancam. Faktor yang menyebabkan populasi gajah semakin terancam adalah perburuan liar terhadap gajah untuk diambil gadingnya, sedangkan disisi lain gajah merupakan hewan dengan perkembangbiakan yang lambat. Salah satu contohnya adalah kasus pemburuan gajah Bunta, gajah jinak di Kamp Conservation Respone Unit (CRU) Lokop, Aceh.
| Gajah Bunta yang mati karena dibunuh pemburu untuk diambil gadingnya |
Isu lain yang tak kalah penting adalah penggunaan gajah sebagai hewan atraksi yang di tunggangi manusia. Diperlukan proses penjinakan sebelum gajah menjadi hewan tunggang. Proses ini bisa menyebabkan zoochosis, yaitu kondisi frustasi, stress dan gangguan mental (tirto.id). Negara Skotlandia, Inggris dan Singapura telah melarang atraksi menunggangi gajah. Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum menyadari akan hal ini. Diharapkan masyarakat dapat cepat sadar bahwa gajah adalah hewan yang perlu dilindungi.
Dari berbagai isu tersebut, diperlukan solusi untuk menjaga populasi gajah di dunia agar jumlahnya tidak semakin berkurang. Manusia diharapkan tidak memburu dan merusak habitat gajah. Pemerintah dapat mendukung upaya ini dengan memberikan tindakan dan hukuman yang tegas bagi para pemburu. Sedangkan untuk menjaga ketersediaan makanan gajah, dapat dilakukan dengan menanam tanaman pakan gajah, seperti yang telah direncanakan oleh masyarakat Pintu Rime dan Karang Ampar yang dengan pendampingan WWF. Selain itu, juga dilakukan penanaman tanaman pagar untuk menghindari konflik gajah-manusia. Upaya lain yang sudah dilakukan untuk menghindari konflik manusia-gajah adalah dengan memasang GPS collar satellite, digunakan sebagai alat pantau pergerakan kelompok gajah liar yang membantu usaha mitigasi konflik gajah-manusia dari data yang dihasilkan. Terakhir, diperlukan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya kesejahteraan gajah. Pentingnya pelestarian habitat dan pentingnya edukasi bahwa gajah bukan hewan yang layak untuk dijadikan hewan atraksi untuk ditunggangi. Yuk kita lestarikan dan jaga habitat Gajah tidak hanya di World Elephant Day saja, tapi dimanapun dan kapanpun.
www.liputan6.com
www.kompas.com
tirto.id
wwf.or.id





Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...