Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
AKSI MENGHADAP LAUT DAN BELAJAR BERSAMA DI KONSERVASI PENYU
Top Bisnis
Agustus 28, 2018
Penulis: Hanun Ari W,
Riki D Aprilyo
Aksi Nasional Menghadap Laut
Hari Minggu tepatnya tanggal 19
Agustus 2018 Earth Hour Malang melakukan rangkaian aksi Menghadap Laut di dua pantai yang ada di Malang yaitu Pantai Goa Cina dan Pantai Bajul Mati. Aksi ini dilakukan bersama Dinas
Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Malang, Marine Buddies Surabaya, Earth Hour Kota
Batu, Earth Hour Sidoarjo, Climate Change Frontier, BEM & MAPALA Ma Chung,
Sobat Bumi Malang, AIESEC, Komunitas Ekora, Hilo Green Community, dan beberapa
volunteer umum yang ikut mendaftar.
Aksi Menghadap Laut merupakan kampanye pengumpulan sampah disepanjang
pantai dan laut sebagai upaya pelestarian ekosistem laut Indonesia. Aksi nasional
ini dilakukan di 73 titik dari Sabang
sampai Merauke. Pemilihan 73 titik yang ini sekaligus memperingati HUT RI yang ke-73.
Aksi ini sendiri juga merupakan
ajakan langsung dari Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik
Indonesia, Ibu Susi Pudjiastuti bersama Pandu Laut Nusantara. Selain Ibu Susi,
aksi ini juga didukung oleh beberapa public figure seperti Hamish, Kaka Slank,
dan Kirana Larasati.
Plastik di Laut dan Ancamannya
Perlu SobatEH ketahui sebanyak 75% sampah plastik mencemari laut. Sampah plastik yang mendominasi adalah botol minuman, alat makan, tutup botol dan partikel plastik lainnya dan kisaran jumlahnya adalah 5-14 juta ton per tahun. Setiap tahunnya Indonesia masih menjadi negara yang menghasilkan sampah plastik terbanyak di lautan.
Plastik di Laut dan Ancamannya
Perlu SobatEH ketahui sebanyak 75% sampah plastik mencemari laut. Sampah plastik yang mendominasi adalah botol minuman, alat makan, tutup botol dan partikel plastik lainnya dan kisaran jumlahnya adalah 5-14 juta ton per tahun. Setiap tahunnya Indonesia masih menjadi negara yang menghasilkan sampah plastik terbanyak di lautan.
Sampah plastik dapat merusak
ekosistem laut, contohnya adalah pada hewan laut. Jika sampah plastik
tersebut termakan oleh hewan-hewan laut maka dampaknya akan menimbulkan
mutasi genetik, mengakibatkan kematian, dan masih banyak lagi dampak
buruk yang dihasilkan sampah-sampah yang berada di laut.
Terlihat Bersih Namun Masih Banyak Ditemukan Sampah
Aksi bersih-bersih pantai difokuskan untuk membersihkan sampah anorganik yang sulit terurai seperti botol plastik, kresek, bungkus makanan, sedotan, sterofoam, dan kaleng. Setelah dilakukan bersih-bersih di sepanjang pantai kurang lebih selama 2 jam didapatkan sebanyak 98,7 kg sampah di pesisir Pantai Goa Cina. Sampah tersebut terdiri dari sampah botol plastik sebanyak 56,5 kg, sampah kantong keresek dan plastik 24 kg dan sampah sterofoam, bungkus nasi, kaleng, dll. Sebanyak 20,2 kg. Hal ini cukup disayangkan karena Pantai Goa Cina terlihat sangat bersih, ternyata setelah dilakukan penulusuran dan pembersihan masih ditemukan cukup banyak sampah yang umumya plastik dan dibuang sembarangan di pantai ini.
Kegiatan
bersih-bersih pantai di Pantai Goa
Cina ditutup dengan penyerahan bantuan dari DLH Kab. Malang berupa tempat sampah
dan papan larangan membuang sampah sembarangan di Pantai Goa Cina. Dengan
adanya aksi ini diharapkan masyarakat dan wisatawan yang mengunjungi Pantai Goa
Cina dapat sadar dan lebih peduli terhadap kebersihan pantai dan laut.
Mengenal Penyu di Pantai Bajul Mati
Kegiatan selanjutnya yaitu rombongan berpindah ke Pantai Bajul Mati. Di pantai ini kami belajar tentang penyu bersama dengan tim konservasi penyu yang diketuai oleh Bapak Sutar. Kami semua belajar mengenai ancaman apa saja yang membahayakan penyu, cara menyelamatkan penyu, membedakan jenis kelamin penyu, dan mengetahui jenis penyu yang ditemukan di pesisir pantai selatan Malang. Kami juga diajak oleh Pak Sutar untuk melihat rumah penyu yang berisi tukik-tukik (anak penyu) yang nantinya akan dilepas kembali ke lautan.
Rangkaian aksi
ini ditutup dengan kegiatan bergandengan tangan "Menghadap Laut" dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Kami mengucapkan terima kasih kepada DLH Kabupaten
Malang, Pengelola Pantai Goa Cina, Pengelola Pantai Bajul Mati, Pak Sutar dan
tim konservasinya, Climate Change Frontier dan Pandu Laut Nusantara yang telah
mendukung terlaksananya aksi ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada
volunteer EHM, komunitas dan peserta umum yang telah ikut memeriahkan dan
mensukseskan aksi Menghadap Laut ini. Mari tanamkan rasa kepedulian dan cinta kita
ke laut dan ekosistem yang ada di dalamnya.










Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...