Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

REVIEW #NGALAMPETENGAN 2018: SAVE OUR TREASURE


Penulis
Seyzhea Hapsari, Riki D. Aprilyo
Suasana di hari Sabtu beberapa bulan lalu tepatnya 24 Maret 2018, berbeda dengan perayaan tahunan di tahun-tahun sebelumnya. Langit seakan menyambut Aksi Earth Hour Malang dengan bahagia, tentunya atas ijin Tuhan YME. Pada kesempatan ini, Earth Hour Malang  (EHM) merayakan Earth Hour 2018 di Pendopo Agung Kabupaten Malang yang terletak di Jln. Agus Salim No.96, Klojen, Malang. Seperti tahun-tahun sebelumnya aksi ini diberi tajuk Ngalam Petengan 2018. Dalam aksi yang besar ini banyak rangkaian kegiatan yang dilakukan seperti campaign pagi yakni dengan melakukan sosialisasi pentingnya hemat energi, games, lomba mewarnai, serta special performance dari bintang tamu yang telah diundang. Seperti yang kita tahu bahwa Earth Hour merupakan seremonial tahunan yang dilakukan di seluruh dunia untuk mematikan lampu dan alat elektronik selama satu jam yaitu pada pukul 20.30-21.30 waktu setempat. Dan setiap tahunnya perayaan Earth Hour di masing-masing negara memiliki tema yang berbeda-beda.

HIDUP FLORA DAN FAUNA DALAM KEADAAN KRITIS
Dengan tema global Connect2Earth, maka Earth Hour Malang mengambil konsep “Welcome To The Jungle” di Ngalam Petengan tahun ini. Alasan ini karena banyak sekali keanekaragaman hayati di Indonesia yang terancam keberadaannya akibat rasa tidak peduli manusia terhadap lingkungan. Sehingga hal ini juga dipertegas dari pernyataan Calista Amalia selaku Koordinator Earth Hour Kota Malang dan Ketua pelaksana Wanda Adi, yaitu pengambilan tema atau konsep untuk tahun ini dilatar belakangi oleh rendahnya tingkat kepedulian masyarakat terhadap jumlah luasan hutan yang ada di Indonesia yang semakin lama semakin menipis. Sehingga, dampak yang ditimbulkan dari menipisnya Hutan adalah punahnya populasi dari flora dan fauna yang hidup didalamnya.

SEMANGAT WARGA MALANG UNTUK MENJAGA LINGKUNGAN
Rangkaian aksi dimulai pukul 07.00 pagi, dimana pada pagi hari kami membagi 2 tim yang berangkat menuju Alun-alun Kota Malang dan Kampung Warna-warni Jodipan untuk mensosialisasikan pentingnya hemat energi dan mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi di NgalamPetengan2018 dan ikut mematikan lampunya pada Earth Hour nanti malam. Beranjak siang tepatnya pukul 10.00 sudah banyak warga Malang yang datang ke Pendopo diantaranya adik-adik yang mengikuti  lomba mewarnai dan melengkapi gambar, antusiasme mereka mengikuti lomba ini sangat tinggi.
(Campaign Pagi di Kampung Warna-warni Jodipan)
(Campaign Pagi di Alun-alun Kota Malang)
(Lomba Mewarnai dan Melengkapi Gambar oleh adik-adik SD di Malang)
Kami sangat bersyukur atas dukungan pemerintah Kabupaten Malang yang ikut mendukung aksi ini, dengan hadirnya Bapak H. Rendra Kresna, selaku Bupati Kabupaten Malang. Dalam sambutannya beliau turut bangga dan memberikan apresiasi pada komunitas EHM terkait semangat cinta lingkungan dan hemat energi yang kami miliki. Beliau juga berpesan jadilah yang terdepan untuk terus menginspirasi seluruh masyarakat agar bisa menghemat energi.
(Penyerahan Vandel dari Calista Amalia selaku Koordinator Kota Malang kepada Bapak Bupati Kab.Malang)
Selain Bapak Bupati Kab.Malang, aksi juga dihadiri oleh beberapa tokoh  penting yang peduli dengan lingkungan yaitu Kak Rere selaku founder dari Zona Bening dan Bapak Djainul Arifin selaku ketua RW 03 dari Kampung Sukun. Beliau-beliau ini juga mengatakan bahwa mereka sangat senang sekali dengan diadakannya aksi Ngalam Petengan 2018 ini, karena menunjukkan bahwa masyarakat Malang sendiri masih memiliki antusiasme tinggi untuk menjaga lingkungan dan menghemat energi. Selain itu mereka juga sangat mendukung aksi-aksi yang EHM lakukan untuk menyadarkan pentingnya menjaga lingkungan kepada masyarakat khususnya warga Malang. Selain Kak Rere dan Bapak Djainul, Duta Earth Hour Malang 2018 Pagi Tadi (band indie dari kota Malang) dan Cordella Fidelia (selaku World Miss University 2017) juga ikut hadir memeriahkan aksi malam itu.
(Sesi Talkshow Duta dan Tokoh Inspiratif)
MALAM AKBAR IMPIAN TELAH DATANG
Pukul 18.00 WIB, dimulailah rangkaian aksi inti Ngalam Petengan 2018. Pembukaan diisi dengan penampilan dari Siswa SMAN 10 Malang yang menampilkan Tari Topeng Malangan.
(Penampilan Tari Topeng Malang oleh siswi SMAN 10 Malang)
Kemudian dilanjutkan dengan doa pembuka serta dilantunkannya lagu kebangsaan Indonesia Raya, semua yang bertarsipasi di aksi ini berharap agar diberi kelancaran dan kemudahan. Rangkaian selanjutnya adalah sambutan dari Bapak Bupati H. Rendra Kresna selaku Bupati Kab. Malang, dan Calista Amalia selaku Koordinator Kota Earth Hour Malang. Sebelum aksi SWITCH OFF dilakukan, terdapat talkshow bersama tokoh inspiratif dan para Duta Earth Hour Malang 2018, namun sayangnya salah satu Duta EHM yakni Johan Alfarizi berhalangan untuk hadir karena harus membela Tim Sepak Bola Arema FC. 

Selain mengikuti talkshow, pengunjung juga menikmati dekorasi venue yang ada. venue di dalam Pendopo Kabupaten Malang sendiri diisi booth informatif yang menunjukkan keadaan satwa liar yang dilindungi guna memberikan informasi serta menyadarkan masyarakat mengenai seberapa pentingnya keberadaan flora dan fauna bagi keseimbangan ekosistem. Selain booth kami juga membuka workshop Reusable-bag bagi pengunjung yang ingin belajar membuat tas dari baju bekas.
(Booth mengenai Persebaran Fauna di Indonesia)
(Pengunjung yang Belajar Membuat Reusable Bag)
Malam ini nampak cerah, bulan dan beberapa bintang terlihat dengan jelas. Bersama Komunitas Pengamat Langit (Kapela) Malang pengunjung juga dapat melihat bintang lebih jelas dengan bantuan teleskop yang disediakan di stand Kapela. Selain stand dari Kapela terdapat beberapa pengisi stand lain diantaranya dari Malang Care, Holz, Nutrifood dan SMAN 10.
(Pengamatan Bintang oleh Kapela melalui Teleskop)
Tak terasa sudah pukul 20.30 WIB, yang mana waktunya seremoni terbesar yaitu SWITCH OFF dilakukan, lampu-lampu yang ada di Pendopo mulai padam dan lampu di beberapa titik di Kota Malang juga ikut padam. Aksi ini berlangsung selama 1 jam. Di venue utama (Pendopo) diisi berbagai penampilan dari beberapa penampil dan guest star.
(Venue pada saat sebelum dan saat  Switch Off)
(Duta EHM Cordella mencoba mengkayuh Sepeda untuk menyalakan lampu LED yg dipasang di booth 60+)
Penampilan epic dari Indonesia Nunchaku Club Malang sungguh memukau para pengunjung. Dengan atraksi api yang membuat pengunjung tegang, sehingga menjadikan malam itu semakin ramai dan meriah. Kemudian dilanjutkan penampilan dari Malang Beatbox Community dan Musikalisasi Puisi. Tampilan mereka membuat malam menjadi lebih semarak, dengan melodi yang mereka bawakan. Penampilan semakin seru dengan adanya penampilan debus dari PAMBAJA, yang mana penampilan mereka diluar nalar manusia, membuat malam puncak ini semakin "pecah".
(Penampilan Fire Dance dari Indonesia Nunchaku Club Malang)
(Penampilan Debus Menancapkan Paku ke Bagian Wajah Salah Satu Anggota PAMBAJA)
Malam yang dipenuhi penampilan dari pengisi acara membuat pengunjung lebih banyak berdatangan menuju Pendopo Kabupaten Malang. Tak disangka-sangka diantara pengunjung, tim EHM melihat Duta Earth Hour Malang tahun lalu yakni Wake Up Iris, yang mana hal ini membuat kami terkejut dan sekaligus bangga, serta bersyukur bahwa aksi kami menarik perhatian mereka walaupun tidak lagi menjadi duta EHM di tahun ini. Dalam aksi ini mereka menuturkan bahwa, mereka ikut senang karena Aksi kami kini tidak terhalang hujan seperti tahun-taun sebelumnya, dan taklupa mereka juga berpesan bahwa untuk kedepannya lebih ada penambahan inovasi baru mengenai teknologi sehingga membuat masyarakat lebih tertark dengan aksi ini.

Di titik-titik lain selain di Pendopo tersebar Tim Mulimedia dan Public Relations yang bertugas untuk mendokumentasikan momen Switch Off. Switch Off tahun ini sendiri diikuti oleh beberapa partisipan diantaranya Pemkot Malang, Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya, Kampung Warna-warni Jodipan, Hotel Ibis, Hotel Atria, The 1O1 Hotel, Labore, DW coffee shop, Coffee Toffee, Warung Susu, dan Amstirdam. Untuk dokumentasinya SobatEH dapat melihat di YouTube kami melalui link berikut https://www.youtube.com/watch?v=--SQ4QOwm54

CAHAYA MULAI BERSINAR, MALAM SEMAKIN MERIAH
Tak terasa sampai di pukul 21.30, yang mana menandakan untuk Switch On, selebrasi Switch On dibuka dengan penampilan dari Duta Earth Hour Malang yakni Pagi Tadi. Dengan membawakan lagunya yang sejuk dan mejadikan hati adem, suasana malam itu pun menjadi lebih khidmat. Setelah Pagi Tadi selesai membawakan lagu-lagunya, selebrasi terkahir ditutup oleh Volunteer Earth Hour Malang dengan melakukan flashmob bersama.
(Penampilan dari Duta EHM Pagi Tadi)
Dengan berkahirnya aksi ini kami berharap agar lebih banyak masyarakat yang menyayangi dan menjaga flora dan fauna khususnya flora dan fauna yang terancam punah. Kami juga berharap semakin banyak masyarakat yang ikut melakukan aktivitas hemat energi dan melakukan gaya hidup ramah lingkungan. Contohnya hanya dengan mematikan lampu selama 1 jam kita sudah membantu dalam melestarikan bumi kita.

"Earth Hour Malang, Ini Aksiku, Connect2Earth"
Sampai Jumpa di Ngalam Petengan 2019.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia