Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

HARI ANAK NASIONAL: GIZI DAN BAWA BEKAL

Penulis: Andre Saputra

Anak anak merupakan generasi masa depan yang perlu kita jaga. Karena dengan memupuk bibit yang baik maka akan muncul buah yang baik juga. Utamanya masalah gizi pada anak. Dengan memberikan gizi yang baik, maka kita sudah menyelamatkan aset penerus bangsa.
(Sumber: momonganak.org)

Permasalahan Gizi di Indonesia
Tahukah SobatEH? Bahwa di Indonesia masih banyak sekali angka kejadian bayi kurang gizi? Seperti yang terjadi di Papua. Kementerian Kesehatan menurunkan 39 tenaga kesehatan sebagai respons terhadap kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk dan campak.  Selain itu menurut data yang berkembang dari  Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dan buku Saku Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) Tahun 2016 bahwa proporsi balita berusia 0 hingga 59 bulan dengan gizi buruk dan gizi kurang pada 2013 mencapai 19,6 persen. Angka ini meningkat dari 17,9 persen pada 2010. Peningkatan terlihat pada proporsi balita dengan kategori gizi kurang. Pada 2007, tercatat ada 13 persen anak berusia 0-59 bulan yang kekurangan gizi. Porsinya meningkat mencapai 14,9 persen pada 2015. Hingga, di 2016, berkurang 0,5 persen menjadi 14,4 persen balita yang dikategorikan sebagai gizi kurang.
Setelah dilakukan survei, ternyata hal ini banyak terjadi dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberian gizi yang cukup utamanya bagi anak. Gaya hidup yang sibuk dan membutuhkan makanan yang cepat saji juga membuat semakin kurangnya perhatian orang tua dalam memberikan makanan bagi anakanya. Jika hal ini diteruskan, bukan tidak mungkin jika nantinya akan banyak sekali terjadinya kasus stunting di Indonesia.
(Ilustrasi Stunting)
Apa Itu Stunting?
Dilansir dari Halosehat.com stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan ia lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. Banyak yang tak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah pertumbuhan. Apalagi, jika stunting dialami oleh anak yang masih di bawah usia 2 tahun. Hal ini harus segera ditangani, pasalanya stunting akan sulit untuk dikembalikan jika sudah terjadi.
 
Memenuhi Kebutuhan Gizi Anak Dengan Budaya Bawa Bekal
Nah bahaya banget kan kalo generasi penerus kita kerdil hanya karena kelalaian buat memenuhi kecukupan gizi? Jadi alangkah lebih baiknya kalo kita mulai menjaga gizi kita dari sekarang. Seperti salah satunya dengan mengurangi mengkonsumsi makanan siap saji dan menggantinya dengan menu makanan rumah. Budaya membawa bekal menjadi cara efektif untuk mengajarkan anak agar tidak jajan sembarangan. Selain itu dengan membawakan bekal, berarti kita bisa mengontrol  gizi anak setiap harinya. Seperti salah satu kampanye kami yakni #12AyoBawaBekal, dimana kami membudayakan untuk membawa bekal dalam rutinitas kami setiap harinya. Karena banyakanya aktivitas juga harus ditunjang dengan gizi yang seimbang.
(Anak-anak membawa bekal ke Sekolah | Sumber: Kemenkes)

Lalu bagaimana jika anak bosan, dan ingin seperti teman-temannya? Mengganti menu makanan setiap harinhya, dan menghiasnya dengan kreatif merupakan salah satu bentuk agar anak tidak bosan dan semangat membawa bekal setiap harinya. Selain itu, rutinnya membawa bekal juga akan membuat kebiasaan bagi anak sehingga nantinya enggan untuk sering jajan sembarangan.
(Bekal yang Dibuat Seperti Tokoh Kartun | Sumber: gotomalls.com)

Anak adalah aset yang harus dijaga, berhasilnya anak kita nanti menjadi bukti bahwa behasilnya juga kita menjaga titipan Tuhan. Jadi di Hari Anak Nasional ini ayo budayakan #12AyoBawaBekal setiap harinya, untuk generasi Indonesia yang lebih sehat!



Sumber :


Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia