Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Kurangi Emisi, Naik Angkot & Penanaman Mangrove Sebagai Upaya Penyambutan Hari Tanpa Emisi Sedunia
Top Bisnis
Oktober 06, 2017
(21/09/2017) Saat itu, sore tidak secerah
biasanya. Mendung. Nyaris hujan. Keramaian lalu lintas tetap terjadi di sudut
kota. Namun, ada yang berbeda kala itu. Segerombol orang berpakaian hitam
bertuliskan 60+ tampak berdiri dengan antusias di dua titik Jalan Veteran. Lain
halnya dengan Jalan Veteran, langit di atas Jalan Trunojoyo justru tampak cerah
menghias hari yang semakin petang. Hawa yang berbeda, namun performa yang tetap
sama terjadi di sana, tepatnya di depan Stasiun Baru Kota Malang yang terbagi menjadi
dua titik. Sekumpulan orang berpakaian hitam dengan logo 60+ ini biasa disebut
Earth Hour Malang (EHM). Mereka merupakan komunitas non profit dan memiliki
konsen akan isu lingkungan, khususnya listrik.
Selain tersohor sebagai kota berhawa dingin, Malang
juga dikenal sebagai Kota Pendidikan yang dipenuhi banyak pendatang dan
kendaraan bermotor dari berbagai daerah. Para pendatang kebanyakan adalah
mahasiswa yang rata-rata menggunakan sepeda motor dalam kesehariannya. Seperti
yang diketahui bahwa bahan bakar fosil yang juga menjadi penghasil emisi gas
rumah kaca dapat menyebabkan perubahan iklim. Hal inilah yang terjadi di Kota
Malang, dimana kepadatan motor mampu memperbanyak gas emisi, yang berdampak
pada kenaikan suhu udara dan menurunnya kualitas udara di Kota Malang. Bertolak
dari kesadaran akan hal tersebut, diperingatilah Hari Bebas Emisi Sedunia.
Kegiatan yang bertajuk “KENA DAY (Kurangi Emisi, Naik Angkot)” ini dilakukan
oleh EHM dengan tema “Mengurangi Emisi”, kalimat ini seakan memang bergetar
penuh semangat sesuai dengan konteksnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, volunteer EHM terbagi menjadi dua kelompok besar yang
bertempat di Jalan Veteran serta Jalan Trunojoyo. Aksi dimulai pukul 15.00 WIB.
Kala itu, cuaca yang sedikit mendung tidak menjadi alasan ciutnya semangat tim
aksi di Jalan Veteran. Terdapat dua titik dimana anggota EHM tersebar dan
menunggu angkot berhenti, yaitu di depan SMAN 8 Malang serta di depan parkiran
angkot Mall Malang Town Square (Matos). Sama halnya dengan tim aksi di Jalan
Veteran, tim yang tersebar di Jalan Trunojoyo pun terbagi dalam dua titik untuk
melakukan aksi, yaitu di depan patung singa dan di depan Taman Trunojoyo.
Lalu, seluruh tim yang telah terbagi di
empat titik tersebut menunggu angkot yang sedang berhenti, entah sedang mencari
ataupun menurunkan penumpang. Waktu tidak panjang inilah yang dimanfaatkan oleh
tim untuk melakukan sosialisasi secara singkat di dalam angkot.
Tujuan utama dari aksi EHM kali ini adalah
untuk menyebarkan kesadaran pada masyarakat terkait permasalahan emisi di Kota
Malang. Memang, dalam era pesatnya teknologi seperti saat ini, penggunaan
mesin-mesin maupun alat elektronik telah menjadi aspek penting dalam kehidupan
manusia. Contoh sederhananya, kita telah terbiasa bepergian dengan kendaraan
bermotor, hingga kepemilikan kendaraan bermotor pribadi pun menjelma menjadi
kebutuhan pokok. Penggunaan kendaraan bermotor pribadi yang begitu lumrah ini
pada akhirnya menjadikan masyarakat terbuai akan kemudahan semata dan lupa
dengan dampak lingkungan yang dihasilkan.
Ya, emisi kendaraan bermotor. Hal yang klasik
memang, tapi nyatanya tak pernah mendapat perhatian intens dari masyarakat.
Yang umum diketahui sebagai akibat dari emisi kendaraan bermotor mungkin hanya
pencemaran udara. Tapi apakah benar hanya itu? Kalaupun hanya itu, pencemaran
udara tidak bisa dipandang sebagai permasalahan yang sederhana. Ada beberapa
permasalahan atau akibat yang didapat dari menumpuknya emisi, baik dari
kendaraan bermotor, pabrik, serta gas buang lainnya, salah satunya dalam proses
pembakarannya, kendaraan bermotor akan mengeluarkan hasil pembakaran berupa gas
buang yang mengandung berbagai pencemar (polutan). Pada umumnya gas-gas yang
terkandung merupakan gas berbahaya antara lain Karbon Monoksida (CO), Hidro
Karbon (HC), Sulfur Oksida (Sox), Oksida Nitrogen (Nox), asap, dan Timbal (Pb).
Gas-gas inilah yang dapat mengganggu mahkluk hidup karena pada konsentrasi
tertentu, parameter-parameter tersebut dapat mengakibatkan kematian, sehingga
meningkatnya jumlah kendaraan bermotor disamping membawa manfaat juga membawa
kerugian.
Pemberian apresiasi kepada pengguna angkutan
umum, terutama angkot juga dijadikan sebagai tujuan aksi ini. “Hal ini
dikarenakan melihat kendaraan pribadi yang di gunakan semakin banyak yang mana
itu menghasilkan emisi yang lebih besar. Tapi jika kita naik angkot kan satu
mobil buat banyak orang, jadinya dapat mengurangi penggunakan kendaraan pribadi
dan emisi”, jelas Penta sebagai Ketua Pelaksana Aksi Kena Day. Selain itu,
pemberian edukasi tentang pentingnya pengurangan emisi juga dijelaskan oleh
beberapa tim dengan ikut masuk ke dalam angkot yang sedang berhenti. Pemberian
beberapa pertanyaan ataupun menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh penumpang
juga dilakukan sebagai bentuk komunikasi dua arah. Sebagai bentuk apresiasi
kepada penumpang, tim memberikan note yang didaur ulang menggunakan kertas
bekas. Tak lupa tim juga menempelkan stiker di pintu angkot berupa ajakan untuk
menggunakan angkutan umum, yaitu angkot. Andrian, salah satu penumpang
mengatakan bahwa ia tentu lebih memilih menggunakan angkot karena harganya yang
murah dan tentunya efek yang bisa memberikan perubahan untuk lingkungan di Kota
Malang. Ditandai ketika petang mulai rinai, aksi pun selesai pada pukul 17.00
WIB.
Aksi tak berhenti sampai di situ saja karena
di hari Minggu (24/09), EHM melakukan penanaman Mangrove di Desa Tambakrejo,
Kabupaten Malang. Ditandai dengan matahari terbit, EHM mulai berkumpul di Jalan
Veteran. Sesuai dengan tema aksi kemarin, EHM melakukan satu hari mengurangi
emisi dengan menggunakan kendaraan umum. Tepat pukul 09.00 WIB tibalah di Desa
Tambakrejo yang disambut antusias oleh Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas
terkait Mangrove (Pokmaswas), Bapak Jauhari. Kemudian kami melangkah menuju
salah satu muara yang masih asri dan tidak terjajah oleh manusia. Jalan yang
dilewati tidak begitu terjal, namun harus menyebrangi perairan yang sudah mulai
pasang. Sesampai di lokasi, sebanyak 250 bibit mangrove telah di tanam pantai tersebut.
Pukul 11.00 WIB ditandai dengan naiknya matahari yang semakin terik membuat
kami telah menyelesaikan penanaman mangrove. Dilanjutkan dengan ishoma, lalu
kami menuju ke Pantai Tamban untuk sekedar melepas penat. Selagi matahari sudah
asyik menerangi, tiba saatnya dimana kami harus pulang kembali ke Malang. Dan
rangkaian aksi dalam menyambut serta merayakan Hari Bebas Emisi Sedunia telah
selesai pukul 17.00 WIB.
Tahukah kalian SobatEH selama ini mangrove
atau hutan bakau dikenal sebagai penahan abrasi terhadap tsunami dan sebagai
ekosistem penting yang mendukung berkembang biaknya ikan dan kepiting? Namun
sering terlewatkan bahwasanya bakau juga diketahui memiliki fungsi penting
sebagai penyerap emisi karbondioksida yang lebih efektif jika dibandingkan hutan
hujan atau lahan gambut. Bukan rahasia lagi jika emisi karbondioksida inilah
yang mendorong terjadinya perubahan iklim. Hal ini juga dikatakan oleh ketua
Pokmawas disana jika dengan melakukan penanaman Mangrove mampu menumbuhkan
kesadaran antar warga bahwa kepedulian akan lingkungan bukan menjadi hal yang
tabu namun harus menjadi hal yang selalu dilakukan setiap waktu.
Tidak
dipungkuri, semakin hari, dunia akan selalu mengalami perkembangan, salah
satunya teknologi. Ketika teknologi berkembang, seringkali ditakutkan
menjadikan manusia semakin acuh ataupun dikenal sebagai manusia satu dimensi.
Nah SobatEH, berawal dari isu-isu lingkungan, terutama banyaknya gas penghasil
emisi, diharapkan membuat kita mampu untuk menghentikan konsumsi energi
terutama yang berasal dari bahan bakar fosil. Salah satunya, terapkan satu hari
untuk menggunakan angkutan umum sehingga menjadi kebiasaan sehari-hari. Dengan
menerapkan aksi kecil yang kita tanamkan dari diri kita mampu membuat bumi
beristirahat satu hari dalam satu tahun. Selamat Hari Bebas Emisi Sedunia,
SobatEH! Salam Lestari.
Sumber: www.bbc.com




















Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...