Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
#NGALAMPETENGAN 2017: DARI SAMPAH MENJADI KARYA, DARI KARYA MENJADI BERKAH
Top Bisnis
April 08, 2017
Langit
yang semula cerah berubah menjadi awan gelap disertai rintikan air hujan yang
menetes hingga mengguyur
membasahi Kota Malang. Dari sore hingga malam
hari itu, hujan tak kunjung reda, namun di satu titik Balai Kota Malang ada
harapan dan juga tujuan yang tidak hanya sekedar menunjukkan eksistensi namun
inisiasi publik yang ingin menyatukan
masyarakat dari seluruh
dunia untuk merayakan komitmen gaya hidup hemat energi dengan cara mematikan lampu dan alat elektronik yang
sedang tidak dipakai selama 1 jam. Meskipun hujan turun sangat lebat dari
sore hingga malam hari, dapat dilihat beberapa
Volunteer Earth Hour Malang yang dibalut dengan jas hujan tetap siap di perayaan aksi terbesar Switch Off
#NgalamPetengan2017. Seperti yang kita tahu bahwa Switch Off merupakan seremonial yang dilakukan
oleh seluruh komunitas
Earth Hour di seluruh dunia untuk mematikan lampu dan alat elektronik selama
satu jam. Dan kali ini, Earth Hour Malang yang
juga sudah turut berpartisipasi dari tahun 2012, kembali merayakan Aksi
Switch Off 2017 #NgalamPetengan yang dilaksanakan
pada hari Sabtu, 25 Maret 2017 dan bertempat di Balaikota Malang.
FROM MOMENT TO MOVEMENT
Tiap
tahunnya Earth Hour Malang memiliki tema-tema khusus untuk memperingati Switch
Off. Tahun 2017 ini Earth Hour Malang mengusung tema mengenai sampah. Tema
tersebut diangkat dengan melihat fakta bahwa produksi sampah di kota Malang semakin
meningkat tiap tahunnya yang
berujung ditutupnya empat Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) karena overload sehingga hanya tersisa satu TPSA saja. Hal
tersebut yang mendasari Wahyu Rendi Kusbianto sebagai
Ketua Pelaksana Switch Off 2017 untuk mengangkat tema sampah dengan tagline “Dari
Sampah Menjadi Karya,
Dari Karya Menjadi Berkah”. Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan Frido Wahyu selaku
Koordinator Earth Hour Malang bahwa di setiap wilayah memiliki ciri dan khasnya
masing-masing dalam menyelenggarakan Earth Hour dan untuk Kota Malang
memasukkan konten “Mengurangi Pemakaian Plastik Sebagai Langkah Reducing”
karena dewasa ini seharusnya bukan lagi membuang sampah pada tempatnya tetapi
juga mengurangi sampah.
Dengan bertemakan sampah menjadikan dekorasi yang digunakan
dalam Switch Off 2017 memanfaatkan proses daur
ulang dari sampah plastik, seperti botol bekas air minum yang dijadikan hiasan,
gate ecobric dan pameran patung yang berasal
dari sampah otomotif. Selain itu,
untuk mengurangi penggunaan sampah
plastik, terdapat stand workshop yang membuat reuseable bag yang berasal dari baju bekas. Tujuan pembuatan dan penggunaan Reuseable bag
ini adalah sebagai pengganti kantong plastik yang dapat digunakan berkali-kali yang akan membuat pengurangan
sampah plastik sehingga menjadi ramah lingkungan.
HUJAN BUKAN
HALANGAN, SEMANGAT
YANG TAK PERNAH PADAM
SobatEH, walaupun
hujan deras mengguyur Kota Malang di hari
itu dapat dilihat Volunteer Earth Hour Malang
tetap dapat menjaga semangatnya hingga aksi selesai. Di tengah guyuran air
hujan, aksi
seremonial ini tetap berjalan. Hal ini juga
sempat diungkapkan oleh Duta Earth Hour Malang 2017, yaitu Ade Auliya, “Sedih juga
karena hujan, tapi saya melihat panitia tetap semangat bekerja keras dan kompak,
jadi hujan bukan jadi halangan”.
Earth Hour Malang
mengundang beberapa Guest Star dan Duta
untuk turut hadir memeriahkan aksi. Aksi Switch Off 2017 yang dipandu oleh
Claudia dan Rizki Boncel ini dibuka pukul 18.00 wib dengan penuh semangat
ditengah hujan. Dilanjut dengan sambutan Ketua Pelaksana Wahyu Rendi dan
Koordinator Earth Hour Kota Malang Frido Wahyu. Selain itu, Bapak Pandu selaku
Perwakilan Bappeda Kota Malang juga turut memberikan sambutan dan apresiasi
kepada Earth Hour Kota Malang yang sudah 6 tahun melakukan Aksi Switch Off
sebagai pijakan yang penting yang tidak hanya dilakukan selama 60 menit, namun
menjadikan Aksi Switch Off sebagai gaya hidup yang harus diterapkan setiap
harinya. Selain itu, Bapak Pandu menghimbau bahwa melakukan Save Earth harus secara maraton dan juga
berkesinambungan, sehingga dibutuhkan tanggung jawab dari diri sendiri dan aksi
nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah itu, Guest Star juga
menampilkan performa terbaik mereka seperti tari
tradisional dari SMAN 10 Malang, kekompakan
dari Malang BeatBox, Suara Merdu dan harmonis dari Voix Acapella, tarian api
dari Nunchaku Fire Dance dan ditutup oleh performance
dari Band Indie Malang sekaligus Duta Earth Hour Malang yaitu Wakeup Iris. Tak hanya itu saja SobatEH, dalam perayaan Aksi ini,
Earth Hour Malang mengadakan Live Talkshow yang membahas mengenai perkenalan
pameran dan perkenalan Duta Earth Hour Malang. Duta-duta Earth Hour Malang
tersebut adalah Ade Aulia yang
merupakan Runner Up Miss Indonesia Jawa timur 2016, Yuwono yang merupakan Food
Blogger, Band indie Kota Malang yaitu Wake Up Iris!, dan Ryuji yang merupakan
atlet Pesepak Bola Nasional.
Pada pukul 20.30 wib
Aksi Switch Off ditandai dengan mematikan lampu di 18 titik Kota Malang selama
satu jam. Hal inilah yang menjadi penanda awal, dimulai dari mematikan lampu
ataupun elektronik karena hal tersebut sangatlah mudah dan cepat sehingga pada
akhirnya hal tersebut dijadikan sebagai gaya hidup yang dilakukan setiap hari.
AKSI KECIL YANG
BERDAMPAK BESAR
Dengan melakukan aksi
kecil seperti mematikan listrik selama satu jam, maka akan dapat menghemat
pemakaian energi listrik yang akan membantu melestarikan bumi kita. “Sebenarnya
aksi yang dilakukan EH Malang ini adalah langkah kecil yang hasilnya cukup
signifikan. Hal simple ketika disadari
oleh semua orang dan dilakukan maka akan sangat baik untuk bumi”, ungkap Yuwono
yang merupakan duta Earth Hour Malang. Selain itu, Voix Acapella juga
mengatakan jika setiap orang ikut dan turut serta maka akan berdampak besar
bagi kehidupan. Oleh karena itu, semua yang berdampak besar itu harus dimulai
dari hal yang kecil.
Selain penghematan
energi, Food Bloger yang merupakan salah satu Duta Earth Hour Malang 2017 ini
sangat antusias untuk mengajak masyarakat dalam mengurangi sampah makanan (food
waste). “Dalam islam food waste itu mubadzir, secara tidak langsung kita harus
bersyukur atas nikmat yang telah diberikan, dan belum banyak yang mengetahui
mengenai sampah makanan yang membludak” ujar Yuwono ketika ditanya mengapa mau
mengkampanyekan food waste.
SobatEH, dewasa ini
melihat perubahan iklim sudah menjadi ancaman kehidupan di bumi akibat
pemanasan global. Salah
satu cara menunda pemanasan global dan krisis lingkungan lain yaitu dengan
mengajak setiap individu untuk mengubah gaya hidup dan menerapkan aksi kecil
yang selalu konsisten sehigga bisa mengurangi kerusakan yang terjadi pada lngkungan kita. Wake
Up Iris! yang sudah 2 tahun menjadi Duta Earth Hour Malang mengungkapkan bahwa
60 menit hanyalah simbol, gerakan yang nyata berasal dari diri kita sendiri
melalui refleksi diri dan peka terhadap lingkungan. Aksi mematikan lampu inilah
yang harus tetap dilakukan secara terus menerus dan tidak hanya 60 menit. “Selain
itu, untuk mengkorelasikan aksi yang diadakan oleh Earth Hour Malang kepada
masyarakat luas untuk ikut serta ini tentunya diperlukan KolaborAksi karena
pada prinsipnya Earth Hour Malang mengidekan konsep aksi yang lebih nyata dan
menyentuh agar tepat guna bagi masyarakat”, jelas Frido. Sehingga, untuk
menyebarkan pengetahuan ini dibutuhkan penerapan gaya hidup hijau yang tidaklah
sulit dilakukan, namun diperlukan waktu dan tempat untuk membiasakan diri yang
intinya semua harus bersama-sama mendukung.
Nah, SobatEH 6 tahun Earth
Hour Malang mengadakan Aksi Switch Off tentu terdapat banyak kritik dan saran
yang dibangun dari banyak pemikiran masyarakat diberbagai kalangan. Seperti
yang diungkapakan oleh Yuwono selaku Duta Earth Hour Malang 2017 bahwa
diperlukan kontinuitas untuk melakukan aksi yang dijadikan sebagai gaya hidup,
dan juga proses perekrutan Volunteer Earth Hour Malang yang perlu diberi
sedikit penambahan, seperti calon yang akan mendaftar diharapkan mempunyai
sumbangsih terhadap lingkungan karena hal itu memungkinkan terjadinya karakter
individu yang sudah terbentuk sebagai tanggung jawab terhadap lingkungan sejak
dini. Selain itu, Wake Up Iris! yang juga merupakan Duta Earth Hour Malang
berharap bahwa Earth Hour Malang bisa merekrut musisi lebih banyak untuk
dijadikan Duta karena musisi mampu menyebarkan ajakan melalui syair lagu yang
disukai oleh berbagai masyarakat.
Oleh karena itu,
SobatEH! Mari kita terus menjaga bumi kita yang semakin tua ini dengan
melakukan aksi kecil yang akan membawa perubahan besar. Aksi hijau sederhana
yang dapat kita lakukan seperti membawa tumblr, mematikan lampu yang tak
terpakai, mengurangi kertas, mengurangi pemakaian bahan bakar mesin, merawat
tanaman dan lain sebagainya. Hal tersebut sangatlah bermanfaat untuk bumi kita
kedepannya. Jadikan gaya hidup hijau sebagai kebiasaan ya SobatEH!














Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...