Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
EMPAT TAHUN PERINGATI HARI BAWA BEKAL NASIONAL: Made Bring Food As A Healthy And Green Lifestyles
Top Bisnis
April 11, 2017
SobatEH pasti sudah tahu kan, bahwa
makanan merupakan kebutuhan primer bagi manusia? Ya, makanan merupakan
kebutuhan primer atau kebutuhan pokok paling utama yang wajib dipenuhi oleh
setiap manusia. Pangan adalah kebutuhan dasar yang digunakan sebagai sumber
energi untuk aktivitas tubuh sehingga manusia dapat bertahan hidup dan
melakukan aktivitasnya sehari-hari. Tentunya kita sebagai manusia dalam memenuhi
kebutuhan pangan, memilih makanan yang bergizi agar tubuh kita tetap sehat dan
terhindar dari berbagai macam penyakit. Akan tetapi, dengan berbagai aktivitas
yang kita lakukan sehari-hari pasti SobatEH sering membeli makanan yang mungkin
kurang sehat dan memiliki kandungan zat kimia yang berbahaya bagi tubuh.
Makanan luar atau makanan yang dijual biasanya tidak memperhatikan kebersihan
ataupun kesehatan untuk tubuh, sehingga akan timbul berbagai macam penyakit.
Untuk menghindari hal tersebut, SobatEH dapat mengakalinya dengan membawa bekal
dari rumah. Selain menghindari tubuh kita dari penyakit akibat makanan yang
kurang sehat, membawa bekal dari rumah memiliki berbagai manfaat. Salah satu
manfaat lainnya yaitu kita dapat mengurangi food waste atau sampah makanan.
Faktanya, terdapat 1,3 miliar ton makanan terbuang perharinya di dunia. Sampah makanan yang membusuk nantinya akan
menghasilkan jejak karbon yang sangat berdampak terhadap pemanasan global dan
kerusakan lingkungan.
HARI BAWA BEKAL NASIONAL
Berbicara
mengenai Hari Bawa Bekal,
SobatEH tahu tidak
bahwa Hari Bawa Bekal
Nasional diperingati setiap tanggal 12 April? Awalnya, Hari Bawa Bekal merupakan
kampanye dari Tupperware, perusahaan multi-nasional asal Amerika Serikat.
Dalam kampanye ini, Tupperware bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan,
Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia serta BPOM (Badan Pegawas
Obat dan Makanan), menetapkan 12 April sebagai “Hari Bawa Bekal Nasional”.
Penetapan Hari Bawa Bekal
Nasional tersebut mulai dilaksanakan pada 12 April 2013 lalu.
Hari Bawa
Bekal
Nasional ditujukan untuk mencapai kesehatan yang merata bagi anak-anak seluruh
Indonesia (Kompasiana.com). Data yang diperoleh dari hasil pengawasan PJAS
(Pangan Jajanan Anak Sekolah) yang dilakukan secara rutin oleh BPOM pada tahun
2006-2010, jajanan anak sekolah tidak memenuhi syarat berkisar antara 40% -
44%. PJAS yang tidak memenuhi syarat keamanan pangan karena penggunaan bahan
berbahaya yang dilarang seperti formalin, boraks, zat pewarna rhodamin B dan methanyl yellow (www.pom.go.id). Seperti yang SobatEH tahu, bahwa
zat-zat tersebut sangat berbahaya apabila masuk dalam tubuh.
#SatuDuaAyoBawaBekal
![]() |
| Sumber: us.health.detik.com |
SobatEH,
siapa yang waktu sekolah sering bawa bekal? Kebanyakan dari anak sekolahan
memang dibawakan bekal oleh orangtuanya ke sekolah. Para orangtua membawakan
bekal makanan agar si anak tidak jajan sembarangan di lingkungan sekolah.
Membawa bekal tidak hanya dapat dilakukan oleh anak sekolah saja, orang dewasa
pun juga dapat membawa bekal untuk aktivitas sehari-hari seperti ke kantor,
kuliah, atau kemanapun.
Jadi
apa keuntungan dalam membawa bekal? Dengan membawa bekal makanan sendiri
tentunya kita dapat memilih makanan apa yang SobatEH suka untuk dibawa, dapat
menghemat uang saku dan tentunya makanan yang SobatEH makan lebih sehat dan
higienis.
Selain
beberapa keuntungan diatas, membawa bekal juga memberikan keuntungan lain yaitu
dapat mengurangi sampah makanan atau food waste sehingga dapat berguna bagi
lingkungan. Saat membeli makanan diluar terkadang kita tidak menghabiskannya
karena mungkin porsinya terlalu banyak atau makanan tersebut tidak sesuai
dengan lidah. Dengan membawa bekal dari rumah SobatEH dapat mengatur sendiri
porsi dan jenis makanan yang diinginkan agar tidak ada makanan yang tersisa.
Seperti yang sudah dijelaskan diawal bahwa food waste sangat berdampak buruk
bagi kerusakan lingkungan. Sampah makanan yang menumpuk dapat menghasilkan gas
metana yang 23 kali lebih buruk dari karbondioksida. Oleh karena itu, membawa bekal banyak
manfaatnya ya SobatEH, tidak hanya bermanfaat bagi diri kita sendiri tapi
bermanfaat bagi lingkungan dan bumi kita.
Akan
tetapi, tidak banyak masyarakat
yang membawa bekal untuk menemani akitivitas sehari-harinya.
Seperti
yang diungkapkan oleh Nena salah satu Volunteer Earth Hour Malang, ia
mengetahui bahwa tangggal 12 April diperingati sebagai Hari Bawa Bekal
Nasional. Nena juga menjelaskan pentingnya membawa bekal, “Penting menurutku soalnya dengan membawa bekal selain kita bisa
menghemat duit juga bisa mengurangi sampah atau food waste”. Berbeda dengan
Tandra yang merupakan seorang mahasiswa, ia belum mengetahui bahwa tanggal 12
April ditetapkan sebagai Hari Bawa Bekal
Nasional. Akan tetapi ia tahu bahwa dengan membawa bekal tentunya akan lebih
hemat dan makanan yang dibawa lebih higienis dan aman sehingga sehat bagi
tubuh. “Sering dulu waktu SMA bawa bekal,
dan itu hal yang menyenangkan. Tapi sekarang udah gak pernah lagi” ungkap
Tandra. Kebanyakan dari mereka mengetahui bahwa bekal sangat berguna, namun
belum membiasakan membawa bekal untuk kegiatan dan aktivitasnya sehari-hari.
Melihat
realita bahwa masih banyak orang yang belum membiasakan diri membawa bekal
sebagai gaya hidup sehat, harapannya di tahun 2017 ini semakin banyak orang
yang mengetahui dan sadar bahwa menjaga kesehatan itu sangat penting dengan
salah satu caranya adalah membawa bekal. Tidak hanya waktu peringatan hari
bekal nasional saja SobatEH, ayo kita lestarikan kembali kebiasaan membawa
bekal ke kantor, ke kampus, ketika bepergian dan lain sebagainya. Selamat Hari
Bekal Nasional!



Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...