Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
ROAD TO SWITCH OFF 2017: KAMPANYE BELI YANG BAIK, FOOD WASTE DAN HEMAT ENERGI DI SMA 7 MALANG
Top Bisnis
Maret 21, 2017
| Murid SMA 7 bersama Volunteer EHM dan Perwakilan MNC Media Play serta Atria Malang |
Setelah
beberapa minggu yang lalu Earth Hour Malang melakukan Aksi School Campaign di
SDN Percobaan 1 Malang, Earth Hour Malang kembali melakukan aksi School Campaign
yang dilakukan di SMAN 7 Malang pada hari Sabtu, 18 Maret 2017. School Campaign
sendiri merupakan aksi yang dilakukan oleh Earth Hour Malang dengan melibatkan
sekolah sebagai sasarannya. Aksi School Campaign di SMAN 7 Malang ini merupakan
aksi terakhir sebelum Aksi terbesar kami yaitu Switch Off #NgalamPetengan2017 yang
diselenggarakan di Balai Kota pada hari
Sabtu, 25
Maret 2017.
Aksi
ini dimulai pada pukul 08.00 WIB yang diikuti oleh adik-adik kelas X. Para volunteer
menyebar ke sembilan kelas dari kelas X-A sampai X-I. Sesampainya di kelas
masing-masing, perwakilan volunteer memperkenalkan diri di depan kelas sekaigus
memutarkan video mengenai profil Earth Hour. Pemutaran video profil Earth Hour
juga dilakukan sebagai sounding aksi
terbesar Earth Hour di seluruh Dunia temasuk di Kota Malang sendiri yaitu
Switch Off.
GOOD CONSUMERS: #BELIYANGBAIK DAN FOOD WASTE
Setelah
memperkenalkan diri dan menjelaskan
sedikit tentang Earth Hour, adik-adik dari SMA Negeri 7 Malang diberikan beberapa materi yaitu materi Good consumers dan Food waste yang penting untuk disampaikan. Mengapa? Agar adik-adik dapat
mengetahui alasannya menjadi konsumen yang bijak dalam membeli produk dan juga
dampak ketika makanan yang dimakan tidak dihabiskan.
Sebelumnya,
tahukah SobatEH mengapa kita perlu menjadi konsumen yang
bijak?
Hal tersebut dikarenakan adanya beberapa fakta yang
menjadi alasannya. Faktanya, bahwa Indonesia merupakan konsumen terbesar palm oil, konsumsi domestik seafood yang terus meningkat, konsumsi
kertas dan tisu yang semakin hari semakin tinggi, sumber daya hutan dan laut
terus menerus di eksploitasi, dan konsumsi bahan bakar untuk transportasi
pribadi terus meningkat. Jika hal tersebut terus dibiarkan terjadi, akan
membuat kelestarian ekosistem di bumi terancam. Karena semua yang kita beli dan
konsumsi akan berpengaruh terhadap diri kita dan lingkungan. Oleh karena itu,
WWF membuat kampanye #BeliYangBaik untuk mengajak konsumen lebih bijak dalam
mengkonsumsi produk-produk berbahan dasar kelapa sawit, seafood, dan kayu yang memiliki ekolabel. Ekolabel yang sudah
dipatenkan oleh WWF adalah RSPO, FSC, MSC, dan ASC. Ekolabel RSPO berfokus pada
produk yang berbahan dasar kelapa sawit, FSC berfokus pada produk yang berbahan
dasar kayu, MSC berfokus pada produk yang berbahan dasar seafood dari hasil tangkapan liar, dan ASC berfokus pada produk seafood dari hasil budidaya.
Tidak hanya tentang #BeliYangBaik dengan mengajak
konsumen memperhatikan ekolabel. Fakta lainnya adalah Indonesia juga merupakan
penghasil food waste yang cukup
tinggi. Food waste (sampah makanan)
adalah makanan yang terbuang secara sengaja maupun yang tidak sengaja mulai
dari proses produksinya sampai ketika dikonsumsi. Food waste biasanya
dihasilkan dari produksi jatuh atau tumpah, hasil produksi pertanian yang
terkena hama, dan produk pertanian yang mati ataupun penurunan produksi karena
penyakit. Selain itu karena kualitas makanan yang buruk, adanya produk makanan
yang terkendala peraturan dan standar, kemasan rusak, pembelian berlebihan
ataupun makanan yang telah membusuk. Setiap harinya 1,3 miliar ton makanan yang
dapat diberikan kepada 870 juta orang terbuang sia-sia. Sayur dan buah-buahan
merupakan makanan yang paling banyak terbuang, sementara terdapat 2 miliar
orang didunia yang kekurangan gizi. Sampah makanan juga sangat berbahaya karena
menghasilkan gas metana yang memiliki efek 23 kali lebih buruk dari karbon
dioksida dan dapat berdampak pada pemanasan global dan kerusakan lingkungan. Oleh
karena itu, kita sebagai good consumers harus
mengurangi food waste. Beberapa cara
untuk mengurangi food waste adalah
dengan merencanakan apa yang ingin kita makan sebelum berbelanja, menyimpan
makanan sisa untuk dijadikan bekal makan siang, selain itu juga dapat membuat
list makanan yang mudah membusuk dan ditempatkan di tempat yang sering terlihat
agar dapat dimasak terlebih dahulu.
Dengan memperhatikan ekolabel pada produk yang dibeli dan mengurangi food waste, kita dapat membantu masa depan bumi sekaligus masa
depan kita dan anak cucu kita kelak. Karena dalam pengolahan produk-produk yang
sudah berekolabel tersebut sangat memperhatikan lingkungan untuk terus
berkelanjutan.
Respon
positif didapat dari adik-adik SMA Negeri 7 Malang ketika Volunteer Earth Hour
Malang selesai memberikan materi tentang dua hal tersebut.
HEMAT ENERGI
Selain materi good
consumers, adik-adik dari SMA Negeri 7 Malang juga diberikan materi tentang hemat energi. Definisi
hemat energi sendiri adalah tindakan untuk mengurangi jumlah penggunaan energi.
Populasi manusia di bumi semakin hari semakin meningkat sehingga energi yang
digunakan pun meningkat. Sebagian besar energi yang digunakan manusia dipasok
dari minyak bumi, gas alam dan batu bara yang merupakan energi tak terbarukan.
Oleh karena itu, kita harus menghemat energi agar sumber energi tersisa dapat
digunakan di masa mendatang.
Setelah
volunteer menjelaskan materi, kemudian
dilanjutkan dengan membentuk kelompok untuk melakukan Forum Group Discussion (FGD) mengenai
pemakaian daya listrik perhari. Dalam
FGD tersebut, masing-masing kelompok diminta untuk menghitung berapa banyak jumlah rupiah dan daya yang dikeluarkan
dalam satu rumah. Kemudian perkelompok
akan mau kedepan untuk mempresentasikan hasil perhitungan pemakaian listrik
perhari dan tips-tips sederhana untuk meghemat pemakaian energi listrik.
Setelah
FGD selesai, Volunteer Earth Hour Malang mengajak adik-adik dari SMA Negeri 7
Malang menuju lapangan di belakang sekolah untuk bermain games gobak sodor.
Setiap kelas harus memiliki perwakilan empat orang laki-laki untuk bertanding
dalam permainan gobak sodor antar kelas. Adik-adik terlihat sangat antusias mengikuti games gobak sodor
ini, ditambah dengan yel-yel pembangkit semangat membuat suasana lapangan
semakin riuh. Peserta yang tidak
mengikuti pertandingan tidak tinggal diam, mereka berteriak menyemangati
rekannya yang sedang bertanding. Hasil akhir dari games gobak sodor ini
dimenangkan oleh adik-adik dari kelas X
IPA 4.
Begitulah
keseruan Aksi School Campaign kali ini. Terlihat bahwa adik-adik sangat
antusias dan menyambut aksi kami dengan baik. Tanggapan positif terlontar dari
Tasya dan Nadida,
salah satu siswa yang mengikuti aksi ini. “menyenangkan, kita jadi tau tentang food waste itu apa, label-label dan
juga bisa lebih menghemat energi”. Pendapat yang sama juga disampaikan salah
satu volunteer. “bagus, fun, rame,
senang, dan sangat edukatif”, ungkap volunteer yang bernama Theo.
Aksi
School Campaign berakhir pukul 11.00 dan ditutup dengan foto bersama adik-adik SMA
Negeri 7 Malang. Diharapkan aksi ini semakin menambah wawasan siswa-siswi
semuanya dan dapat menerapkan gaya hidup hijau di kehidupan sehari-hari. Begitupun dengan SobatEH, mari kita melakukan aksi
kecil yang dapat berdampak besar dengan menjadi konsumen yang baik,
tidak menyisakan makanan dan tentu saja dengan menghemat energi listrik yang
digunakan sehari-hari.
Salam lestari!
Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...