Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Liburan, Lingkungan, dan Lara
Top Bisnis
Desember 29, 2014
Penghujung semester
kali ini bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru yang membuat momen liburan
menjadi lebih indah dan berkesan. Apalagi pergantian tahun merupakan waktu
terbaik me-review hasil kinerja
pribadi selama setahun ini dan memulai re-plan
and project untuk setahun yang akan
datang. Hal ini membuat sebagian orang ingin berlibur untuk melepas semua
kepenatan dan me-refresh pikiran
mereka menjadi lebih baru. Dari mereka yang liburan keluarga hingga liburan
bersama teman-teman dekat. Dengan keinginan liburan yang berbeda-beda tempat
sangat lumrah rasanya jika semua lokasi wisata seperti kebun binatang, taman
bermain modern, museum, hingga pantai selalu banjir wisatawan. Jadi gengs, ada
yang sudah merencanakan liburan atau bahkan ada yang sudah liburan?
Kalo ditanya apa
manfaat liburan ke tempat-tempat wisata ternama pastinya semua bisa menjabarkan
satu per satu. Nah, sekarang kita bahas yang jarang sekali orang yang
menyadarinya, ya, dampak negatifnya. Gengs, liburan juga bisa memberi dampak
negatif mulai dari adanya tindak
kejahatan, boros keuangan, dan juga memicu sakit. Itu dampak negatif untuk diri
kita, gengs. Ada yang tau dampak negatifnya untuk lingkungan? Yaps gengs,
sampah. Masalah bagi lingkungan tempat-tempat wisata saat musim liburan yang
perlu digarisbawahi yaitu berserakannya sampah dalam jumlah yang banyak.
Penyebabnya bukan semata-mata karena pengelolaan sampah yang buruk dari tempat
wisata, melainkan hilangnya budaya malu membuang sampah sembarangan. Wah gawat,
gengs, masihkah kita malu membuang sampah sembarangan? Mari kita gerakan
kondisi ini menjadi kondisi seharusnya dengan mengembalikan budaya malu membuang
sampah sembarangan.
Eits bukan cuma itu
gengs, tips dan trik supaya volume produksi sampah berkurang juga ada lho. Yuk
disimak:
- Pertama, membawa tas belanja. Sederhana tujuannya, supaya kita mudah membawa keperluan kita dari rumah sekaligus untuk pengganti plastik saat berbelanja di tempat wisata. Jadi kita belajar yang namanya budaya belanja pintar, gengs.
- Kedua, membawa persiapan makanan dan minuman dari rumah. Menggunakan kotak makan dan tumbler ketika akan bepergian seperti liburan ini harus menjadi budaya baru bagi masyarakat. Dengan membawa bekal dari rumah, kita tidak perlu belanja lagi sehingga adanya penggunaan plastik kemasan sekali pakai dapat berkurang. Selain langkah menjaga lingkungan, kita juga termasuk orang yang berhemat, hemat produksi sampah dan juga hemat pengeluaran biaya liburan.
- Ketiga, mengurangi pembelian produk berkemasan plastik. Sekarang ini sulit mencari produk tanpa plastik. Tapi jangan khawatir, cara menguranginya kita dapat membeli produk yang dikemas dalam ukuran besar.
- Keempat, pemanfaatan kembali sampah. Usai mengonsumsi produk kemasan, kita dapat menyimpan kemasannya di dalam tas belanja untuk dimanfaatkan lagi ketika tiba di rumah. Bisa menjadi haknya bank sampah atau bahkan menjadi barang-barang unik nan berharga.
Nah, itu empat tips dan
trik saat liburan di tempat-tempat wisata dan sekaligus menumbuhkan budaya baru
berlibur yang lebih mencintai lingkungan dengan mengurangi produksi sampah.
===Semoga Bermanfaat===
INI AKSIKU! MANA AKSIMU?
Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...